Tuesday, 19 March 2019

Hi Diary Part XXX


Sembilan belas Maret.
Genap sebulan aku berada disini. Merajut asa dalam tatanan kata. Berpikir seribu cara mengawali, melanjutkan, dan mengakhiri. Sempat berjam-jam tak jua hadir pembukanya hingga hampir saja rajutan asa-ku pudar. Tak hanya atas alasan itu tetapi juga kondisi dan keadaan. Aku hampir menyerah. 

Aku tak bisa egois. 

Ibu dengan dua balita tanpa asisten yang pada saat itu kondisi memaksanya menjadi single fighter atas nama tugas negara. Menunggu situasi mendukung adalah modalku. Disaat anak-anakku tidur, disaat itu pula aku memulai perjuanganku. Menghimpun kata, memilihnya menjadi diksi yang tepat, menghidupkan alurnya hingga memberikan taburan makna syarat manfaat. 

Aku tak bisa egois. 

Atas nama konsistensi yang akhirnya ternodai. Aku mencoba terus bertahan atas alasan 'apapun yang sudah dimulai, lanjutkan hingga akhir meski itu berat'. 

Genap sebulan. 

Bergabung dalam satu kelas online kepenulisan tak sekonyong-konyong menjadi jagoan dan mahir. Tentunya masih diperlukan kerja keras dan konsistensi dalam berlatih. Lalu, biarkan ia mecari celahnya untuk mengalir. 

Sembilan belas maret. 

Disini aku menemukan canduku yang bersamanya aku bahagia. 
Disini pula aku temukan lingkaran dengan feekwensi yang sama. Saling menyemangati hingga melecut agar terus konsisten dalam menulis sesuai rule yang telah disepakati.

Aku ketagihan.

Berharap tak cepat-cepat berakhir di kelas ini karena aku masih membutuhkannya untuk membangun ruh kepenulisanku, menguatkanku, dan melecutku melahirkan tulisan-tulisan yang layak dinikmati.

Birobuli Utara, 19 Maret 2019.

No comments:

Post a Comment