Friday, 15 March 2019

Hi Diary Part XXV


Kudekap Rinduku

Empat belas maret.
Meski mendung menggelayut dan tetes gerimis menyusul,
tak lantas menghalangi angin mengantarkannya padaku,
hingga dekapan. 

Hari ini adalah hari yang kami nantikan. Suamiku pulang tugas dari Tolitoli. Rencananya siang ini, sekitar pukul 11.30 WITA sampai rumah. 

Sudah sounding ke kakak tentang kepulangan ayahnya. Rasa tak sabar mewarnai ekspresinya setiap kali kami berbincang tentang rencana kepulangan ayahnya. Sampai-sampai kita merencanakan berbagai hal meski pada akhirnya tak satupun yang ter-realisasi. Namanya emak rempong, rencana banyak yang ingin dilakukan dan dikerjakan tapi apalah daya. Hanya memasak menu siang lengkap dan segelas teh hangat. Biasa. Tanpa surprise istimewa.

Hari gerimis. Aku tunda menjemput kakak lebih awal hingga memungkinkan membawa adek menggunakan motor roda dua. Dua puluh menit. Alhamdulillah gerimis sudah reda. Ku buka pintu depan dan bersiap berangkat. Eh, ternyata suamiku sudah ada di balik pintu gerbang bersama koper hitam kecil yang setia menemani perjalanan dinasnya. Dengan salam sumringah, suamiku malah yang menyambut kami terlebih dahulu sementara kami yang baru saja membuka pintu terkaget melihatnya tiba-tiba sudah sampai saja. Oh, bahagianya... 
Segera kubukakan pintu gerbang untuknya dan mencium tangannya. Karena kakak belum ku jemput, akhirnya kami memutuskan untuk menjemput kakak bersama-sama. 

Bagaimana reaksi kakak saat melihat ayahnya? 

Setiba di kelas kakak, ustadzahnya memanggilnya untuk kami. Dan, kakak masih terdiam di tempatnya sembari menatap lekat ayahnya. Tiba-tiba dia lari menuju ayahnya dengan ekspresi kaget. Suamiku segera menyambut dan menggendongnya. Senang melihat mereka... 

Sepanjang jalan menuju tempat parkir kendaraan kami, kakak tak hentinya memanggil -ayah- sembari senyum-senyum menatap dan memegangi wajahnya. Sempat ia tanyakan pada ayahnya, mengapa pulangnya lama. Suamiku menjawabnya dengan alasan kantornya jauh. 

Sesampai di rumah, saat ngobrol sambil makan siang, kakak bercerita tentang kegiatannya di sekolah dan perasaannya, termasuk saat kaget melihat ada ayah di depannya. 

Sungguh, jika kita menantikan hari bahagia itu datang seutuhnya, ikuti prosesnya dan bersabarlah... 

Birobuli Utara, 15 Maret 2019.

No comments:

Post a Comment