Saturday, 16 March 2019

Hi Diary Part XXVII

Rupa-rupa


Hujan mengguyur sejak malam tadi hingga matahari tak menampakkan sinarnya di bumi mutiara katulistiwa hari ini. Deras. Gemericiknya bergemuruh di atap-atap kami yang terbuat dari seng. Dan, mereda ketika hari mulai sore. 

Iya, kami ikhlaskan beberapa agenda hari ini hingga hujan benar- benar reda. 

Menunggu reda, kami gunakan waktu kami untuk membereskan rumah, memasak lengkap dan bermain bersama anak-anak. Serua-seruan saja di rumah. Bermain lego dan berlomba membuat bangunan impian masing-masing hingga mengantarkan mereka tidur siang. 

Saatnya kami berdua saja, we time. Aku dan suami. Sembari makan siang dan menonton acara News lintas channel, ngobrol sana-sini, termasuk memperbincangkan isu OTT (Operasi Tangkap Tangan) terkini oleh KPK. Sabtu kita seruuuu. Hingga saatnya adek bangun dan menghampiri kami dengan senyum manisnya... 
Siapa yang pertama dia hampiri dan peluk? Ayah!
Padahal bundanya duduk di dekat pintu kamar, tapi dilewati saja. Huhuhu... 
Ya, mungkin karena lama tidak sama ayahnya jadilah kangen. 
Sembari menunggu waktu asyar, kami bermain di teras rumah, menikmati segarnya udara yang diguyur gerimis. Tak lama, menyusul kakak bangun. Segera ku motivasi untuk makan siang dan ku suapi hingga azan asyar berkumandang. 

Selepas sholat, kami bersiap untuk pergi. Tempat pertama yang kami tuju adalah gerai Bananabim untuk membeli sejumlah banana nugget untuk kami bagikan ke tetangga kanan-kiri sebagai bentuk silaturahim kami pada tetangga. Lalu tempat kedua, kami menuju ke swalayan untuk belanja mingguan.

Sekitar pukul 17.15an, saat kami selesai berbelanja dan keluar dari swalayan, kami melihat banyak sekali pengamanan polisi. Ternyata ada aksi mahasiswa tentang isu kemanusiaan di Selandia Baru (New Zealand). Subhanalloh... 
Mungkin ada yang mencibir dan melihat sebelah mata bahkan acuh terhadap apa yang mereka lakukan. Tetapi sejatinya, mereka, para mahasiswa ini sedang menyuarakan kepedulian mereka dan mengajak khalayak juga peduli terhadap isu kemanusiaan ini. Juga mendoakan keselamatan saudara kita di sana, di bumi Alloh yang lain. 

Al Fatihah... 

Birobuli Utara, 16 Maret 2019.

No comments:

Post a Comment