Agak Mati Gaya, so?
Suntuk, lesu, dan kulihat berulang kali menguap sembari tiduran di depan layar pintar 22 inch yang menampilkan channel kartun. Aku, berada di ruangan lain di belakang, menjemur baju. Meski di ruangan belakang, pandanganku bisa menyapu hingga ke ruang mereka. Maklum, rumah rantau kami mungil.
Sejak aku harus cuti dan menjalankan peranku full di rumah tanpa ART, permainan edukasi dan layar pintar dengan berbagai koleksi video edukasi adalah partnerku.
Long weekend ini, jujur aku agak mati gaya. Mau ngapain lagi dan main apa lagi. Terlihat di raut mereka ada rasa bosan. Terucaplah dari mulut kakak, mau jalan-jalan katanya. Aku paham sekali. Libur dari hari Kamis hingga Ahad dan masuk kembali hari Senin adalah rentang waktu yang cukup panjang bagi anak-anak untuk menghabiskan waktu di rumah. Membosankan pastinya. Dari main air, lego, masak-masakan, mobil-mobilan, main bola, menggambar, membaca kisah nabi, hafalan, belajar huruf hijaiyah, hingga menonton. Semua sudah. Saatnya membawa mereka jalan-jalan. Ini biasa kami lakukan bersama suami yang nantinya punya tanggung jawab masing-masing untuk mengawasi anak-anak. Kalau sendiri, dimasa suami dinas luar kota, sebetulnya ragu. Jadilah hanya berputar-putar saja dengan motor roda dua ke tempat keramaian. Bila begini kan under control. Biasa, Vatulemo dan Balai Kota adalah tempat tujuan kami karena tidak jauh dari rumah dan ramai hiburan anak-anak di sana yang bisa kita lihat. Ya, kita lihat saja dulu menunggu ayah pulang nanti baru kita turun bermain. Beruntungnya kakak mengerti.
Ya. Mati gaya...
Kadang suka begitu bila aku harus bersama anak-anak lama. Kalau kakak sekolah, giliran adek tidur dan aku menyelesaikan pekerjaan rumah. Ada variasi kegiatan bila begini. Disaat kakak libur, aku?
Maka Emak, harus punya referensi permainan edukasi yang banyak. Banyak-banyak update ilmu mendidik dan mengasuh anak. Jadi saatnya diperlukan, ingatan itu akan ter-recall.
Birobuli Utara, 9 Maret 2019.
No comments:
Post a Comment