Friday, 8 March 2019

Hi Diary Part XIX

Merayakan Pagi, Menyambut Hari, dan Menjemput Bahagia.

Fri-YAY!
Pagi...
Ku hirup aromamu dari jendela yang baru saja ku buka,
lagi...
dan lagi...
sangat dalam...
sembari terpejam,
serasa merasuk hingga rusuk,
seolah mampu menghimpun sepenuh jiwa-ragaku,
memantik semangatku,
dan hadirkan syukur dan bahagia tiada tara.

Merayakan dan menyambut anak bangun tidur dengan ceria, bahagia dan rasa syukur. Bangun tidur seolah seperti mengawali hidup. Ketika tidur, raga terlihat tenang di kamar dan di atas kasur empuk sedangkan jiwa entah berada dimana dan entah dalam kondisi tenang atau gelisah. Maka sepatutnya ada rasa syukur, bahagia dan sikap ceria ketika Alloh bangunkan kembali dari tidur kita.

Berdoa adalah wujud rasa syukur dan bahagia. Sedangkan ceria dapat diwujudkan dengan bahasa tubuh seperti mata berbinar sembari tersenyum atau bahasa tubuh positif lainnya. Bagaimana melanjutkan itu tergantung pada bagaimana mengawali. Jadi, menurutku jika ingin kelanjutan hari kita bahagia, ceria dan bergelimang nikmat dari Alloh maka wajib mengawalinya dengan kata yang sama.

Yess...

Berharap hal yang sama pada anak juga dalam rangka membangun pribadi mereka menjadi pribadi yang positif. Maka saat mereka bangun tidur, aku akan merayakan dan menyambutnya dengan sapaan salam, senyum bahagia, pelukan dan ciuman yang disertai doa bangun tidur sebagai wujud rasa syukur dan tidak lupa doa yang tertera dalam Al Quran surat Al Qashshash: 110 dan Al Furqan:74.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
(Rabbi habli minash shalihin)
Artinya: “Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih.” Lihat Al Quran surat Al Qashshash: 110.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama)
Artinya: “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Lihat Al Quran surat Al Furqan:74.

Dan, lihatlah respon mereka, anak-anak dengan wajah polosnya akan merespon energi positif yang sedang berusaha kita bangkitkan. Apa yang aku lihat, mereka meresponnya dengan senyuman dan ekspresi yang juga ceria. Kadang mereka membalasku dengan pelukan erat dengan atau tanpa ciuman sambil menyebutku, Bunda.

Begitu pula untuk pagi ini. Meski sedang handle pekerjaan rumah, aku tinggalkan sementara demi menyambut mereka. Menghabiskan beberapa menit di tempat tidur bersama mereka, yang awalnya masih lemes sampai mereka bangun dan bisa saling bercanda dan bermain bersama. Kalau sudah begini, sembari mereka bermain dan masih di tempat tidur, kubacakan surat-surat pendek hafalan kakak. Aku hanya membacakan saja berulang-ulang tujuannya agar kakak minimal mendengarkan apalagi kalau bisa ikut melafalkannya jadi bisa sambil mengulang hafalannya.

Alhamdulillah...

Birobuli Utata, 8 Maret 2019.

No comments:

Post a Comment