Saturday, 6 April 2019

AYUNKAN PENAMU, AJAKLAH DIA MENARI BERSAMA SERUAN-NYA.



Saat kau saksikan indahnya alam cipta-Nya, janganlah lupa ucap syukur dan memuji-Nya.
Lalu ajaklah jua penamu memuji-Nya dan menari bersama rasa syukur itu.

Saat kau dirundung duka atau tertimpa musibah, janganlah lupa untuk bersabar dalam takdir-Nya dan ucap Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Lalu ajaklah jua penamu mengurai sabarmu dalam takdir-Nya.

Saat hatimu penuh kebahagiaan dalam dekapan nikmat-Nya, janganlah lupa bersyukur dan ucap alhamdulillah.
Lalu ajaklah jua penamu mengurai bahagiamu terhadap curahan nikmat-Nya.

Saat kau berusaha bangkit dari kegagalan bertubi, janganlah lupa sertakan Dia dalam setiap usahamu. Perbanyaklah sujud disepertiga malam suguhan-Nya sebagai pereda dadamu yang bergemuruh ragu.
Lalu ajaklah jua penamu mengurai pedihnya gagalmu dan merunut perjuangan bangkitmu merenda asa bersama-Nya.

Dan, Alloh janjikan pahala bagi hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya dalam kondisi apapun.
Lalu torehan penamu jua akan menjadi aset pahala bagimu ketika dengannya menjadi jalan orang lain bertaubat dan kembali mengingat Alloh.
Penamu turut menyeru umat pada jalan Tuhannya.
Penamu turut menjadi pengingat.
Penamu turut mengerja dakwah.

Dan, aset pahalamu itu adalah shodaqoh jariyahmu. Pahalanya mengalir meski ragamu terkulai antara utara dan selatan dan wajahmu dihadapkan ke arah kiblat.

Subhanalloh...

***

Dan aku, menginginkannya juga. Pahala yang telah Alloh janjikan itu. Sebagaimana dalam hadist riwayat Muslim disebutkan bahwa, jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.

Ya.
Aku, sang fakir.
Aku, hamba Alloh yang dosanya bagai pepasir.
Hanya ingin merangkai tanda cintaku pada-Nya dengan sekuntum amal yang ku kerja.
Berharap Dia membalas cintaku dengan ampunan dosa, rahmat, dan pahala.

Semoga Alloh senantiasa menjaga semangat ini untuk belajar mengerja amal, merenda pahala dan turut menyeru umat kembali pada jalan Alloh.

Dan, kan ku ajak penaku menari bersama seruan-Nya agar sekali menyeru, pesannya terdengar hingga lintas generasi. Pesannya meng-abadi.

Dalam rangka belajar bertutur, bercerita, sekaligus menyeru kebaikan dalam tulisan.

Insyaalloh.

Birobuli Utara, 22 Maret 2019.

No comments:

Post a Comment