B :
"Ayo Ka, dah jam sembilan, kita rapikan dulu mainannya sebelum bobo."
Kk :
"Bunda aja, Kak Ata capek."
B :
"Ok, kita cepet-cepetan masukin mainannya ke kardus. Juaranya yang selesai duluan dan dapat hadiah tiket main air sepuasnya (ini sih triknya bunda aja, padahal main airnya cuma di kamar mandi)."
Kk :
"Hah, aha... yeayyy... Kak Ata yang menang... Kak Ata yang menang...."
B :
"Ok, kita buktikan... Bunda yg sini, Kak Ata yang sana ya...."
Dialog itu akhirnya happy ending. Semua mainan sudah tertata rapi di tempatnya. Selanjutnya, bunda wajib memenuhi janji untuk memberikan tiket main air sepuasnya.
Ya, begitulah memang Nak... Hidup itu tak luput dari lelah dan capek. Kau yang tugasnya masih bermain-main saja tak luput dari lelah. Apalagi jika kau nanti sudah memiliki tanggung jawab seperti belajar di jenjang sekolah lebih tinggi dan akan semakin bertambah tanggung jawabmu seiring bertambahnya usia perkembanganmu.
Tapi kau tak boleh kalah hanya karena lelah, Nak!
Cari hal menarik yang kau suka sebagai pemantik semangatmu, sebagai tujuan dan pencapaianmu. Seperti saat dirimu capek ketika akan merapikan mainanmu kembali dan bunda menawarkan sesuatu yang menjadi kesenanganmu. Dengan cepat semangatmu menyambut dan lelahmu sirna. Seolah lupa dengan rasa lelahmu, kau susun mainanmu itu dengan telaten satu persatu hingga rapi ke tempat semula. Dan, kau berhasil, Nak! Lalu kau bertepuk tangan untuk dirimu sendiri dan merayakan keberhasilanmu. Dari sini rasa percaya dirimu meningkat setengah hingga satu level.
Tapi kau tak boleh kalah hanya karena lelah, Nak!
Cari hal menarik yang kau suka sebagai pemantik semangatmu, sebagai tujuan dan pencapaianmu. Seperti saat dirimu capek ketika akan merapikan mainanmu kembali dan bunda menawarkan sesuatu yang menjadi kesenanganmu. Dengan cepat semangatmu menyambut dan lelahmu sirna. Seolah lupa dengan rasa lelahmu, kau susun mainanmu itu dengan telaten satu persatu hingga rapi ke tempat semula. Dan, kau berhasil, Nak! Lalu kau bertepuk tangan untuk dirimu sendiri dan merayakan keberhasilanmu. Dari sini rasa percaya dirimu meningkat setengah hingga satu level.
Bunda akan terus membantu mengingatkanmu untuk merapikan kembali mainanmu setelah kau selesai memainkannya hingga kau paham arti tanggung jawab dan disiplin. Bahkan, hingga kau paham apa makna 'menata' dan 'merapikan' itu sendiri. Karena kelak dalam perjalanan hidup, kita akan sangat akrab dengan dua kata itu, Nak. Saking akrabnya hingga membuat kita kadang bosan dan membiarkan semuanya berantakan. Maka kau harus punya 'seni' Nak, agar 'menata' dan 'merapikan' itu menyenangkan dan akhirnya menjadi kebutuhanmu yang melekat pada perjalanan hidupmu.
Birobuli Utara, 11 April 2019.

No comments:
Post a Comment