Ia adalah pejuang,
Ia adalah pahlawan.
Baginya tak penting soal rasa
(pahit-manis-getir).
Diubahnya rasa menjadi karsa.
Tak penting perihal dirinya,
asalkan "bahagianya adalah bahagiaku".
Linimasanya tak pernah absen.
selalu direpotkan,
selalu dirempongkan,
tapi justru ini sumber bahagianya.
Maka tidak ada alasan baginya untuk tidak bahagia.
Dialah Ibu!
***
Hari keempat belas. Masih sibuk menata hati dan menata diri. Rasa bersalah dan khawatir masih sering menghantuiku. Meski aku sudah berusaha untuk berdamai.
Sendiri bersama anak-anak itu tidaklah mudah. Aku harus menjalankan peran ganda. Peran sebagai ibu sekaligus ayah. Jika dijabarkan tentunya akan panjang lebar. Dari urusan domestik yang printilan hingga memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik.
Sering kupandangi anak-anak saat mereka tidur. Wajah sholeh dan sholehah nan polos. Kucium keningnya dan kuusap kepalanya satu persatu sambil kupanjatkan doa.
Mengawal tumbuh kembang mereka yang kulakukan dengan "sembari", sering menuai rasa bersalahku. Ku biarkan mereka bermain sendiri sembari memasak, sembari mencuci baju, sembari menyetrika dan sembari beres-beres. Ragaku ada disisi mereka tapi hatiku pada pekerjaan rumah yang menumpuk. Padahal ketika aku masih berdinas dulu, ketika sampai rumah ya main sama anak-anak. Pekerjaan rumah sudah ada Mak Darmi yang handle. Rasanya ini seperti tidak bersyukur. Astaghfirulloh...
Ingin hati menemani mereka bermain dengan tenang tanpa diganggu pekerjaan rumah. Membuatkan mereka mainan-mainan edukatif dan membimbingnya. Membacakannya cerita-cerita syarat makna dan memberinya pesan moral.
Ingin hati...
Seharusnya aku bisa!
Ok, mungkin saat ini belum optimal. Tapi aku akan usahakan. Belajar mengatur waktu lebih baik. Kembali menata hati dan menata diri lebih rapi.
Ok, mulai besok!
Bismillah...
***
Kupasrahkan segala kekhawatiranku pada-Mu agar persangkaanku senantiasa baik. Kujabarkan ia dalam pinta - doa pada-Mu. Kuperbaiki ibadahku dengan maksud bisa semakin dekat dengan-Mu. Semoga Engkau membalasnya dengan cinta padaku dan keluargaku. Dan cinta-Mu yang akan menjaga kami selamat di dunia dan akhirat. Amin.
***
Tak sabar menunggu enam belas hari lagi. Hari kepulangan suamiku tercinta ke rumah ini.
Birobuli Utara, 27 Februari 2019
No comments:
Post a Comment