Matahari menanti pagi untuk terbit dan bersinar,
menanti siang untuk terik,
dan menanti sore untuk terbenam.
Hujan, menanti awan berkumul hingga jenuh untuk kemudian menjadi titik-titik air yang turun membasahi bumi.
Pohon, menanti bunga untuk berbuah.
Ombak di lautan menanti angin yang menggiringnya ke pantai.
Kehidupan sejatinya adalah penantian.
Dan bagi manusia, penantian akan menyimpan gemuruh rindu.
Palu-Tolitoli, kutitip gemuruh rindu dalam menantimu disini.
....
Hari ini adalah tanggal lahir suamiku. Tiga puluh tiga tahun yang lalu. Ada senyum lega menyaksikan suara tangis lengking malaikat kecil di sebuah wisma bersalin.
Tiga puluh tiga tahun yang lalu. Dan kini malaikat kecil itu menjelma menjadi pangeran yang Alloh takdirkan bersanding disisiku, Alloh halalkan dirinya untukku, menjadi imamku, menuntunku menuju syurga-Mu.
Hari lahir adalah istimewa bagiku. Meski memperingati hari lahir bukanlah ajaran kami. Namun ada memori yang mencakup perjuangan dan harapan yang mengalirkan gemuruh doa tiada henti. Mengingat hari lahir tidaklah salah tetapi yang tidak sesuai adalah merayakannya dengan segala kemubadziran sehingga tidak membawa manfaat pada berkurangnya jatah usia dan mengingat kematian. Mengingat hari lahir sejatinya adalah mengingat akhir hayat. Akan seperti apa kita menutup usia kita.
Mengingat hari lahir orang terkasih menurutku adalah sebuah bentuk perhatian. Karena hari lahir adalah titik balik setiap manusia.
Hari lahir adalah awal perjuangan menjalani hidup di dunia dan pertama kalinya kita bernapas dimana napas adalah identik dengan kehidupan.
Dan saat tali pusat antara plasenta dan janin dipotong, itulah awal kemandirian sang janin...
Belajar menyusu dengan hisapan yang benar,
Kemudian menyusul proses belajar lainnya seiring perjalanan kehidupan.
Mengingat hari lahir bukan merayakan hari lahir.
Mengirimkan ucapan atau tulisan refleksi dalam bentuk apapun bisa jadi pilihan sehingga saling mengingatkan dalam muhasabah diri.
Semua waktu yang kita habiskan dalam perjalanan kehidupan itu dihitung dalam bilangan usia. Maka, mengingat hari lahir adalah menghitung mundur usia. Dimana bilangan usia setiap diri sudah ditetapkan jumlah maksimalnya oleh Alloh saat mengutus malaikat meniupkan ruh ke janin dibulan keempat kehamilan. Wallohualam bishawab.
Lalu apa yang kami (aku dan anak-anak) lakukan sebagai bentuk mengingat hari lahir untuk ayah anak-anak?
Karena kami berjauhan, kami memilih membuat kartu ucapan elektronik dan membuat video lucu tingkah kami sebagai bentuk perhatian dan salam rindu dari kami.
Birobuli Utara, 22 Februari 2019.
No comments:
Post a Comment