Tuesday, 26 February 2019

Hi Diary Part IX


Balada Emak Rempong

Dari pertama bertemu, nampaknya dia baik, ramah, dan tulus. Tapi aku lebih memilih diam dan hanya perbincangan sebatas peran saja. Entah pertemuan yang keberapa barulah kami membuka obrolan lebih dalam. Bukan aku yang mulai tapi dia. 

Kina Laila namanya. Dia sering melayaniku saat aku membeli sayur matang di pelataran Pusat Oleh-Oleh Raja. Sekitar tiga atau empat hari lalu dia membuka obrolan dengan bahasa Jawa. Sambil melayani pesananku, obrolan berlanjut lebih dalam. Dia memperkenalkan diri terlebih dahulu. Karena ramainya pembeli, obrolan kami terputus dan menyambung saat aku kembali membeli sayur disini keesokan harinya.

Bagi perantau tanpa sanak saudara sepertiku, bertemu orang satu daerah asal  itu seperti bertemu saudara. Jadilah kami terlihat heboh saat bertemu. Sapaannya selalu renyah dan orangnya ceria. Ini dia yang khas dari Mbak Kina. 

Hari ini aku baru tahu kalau Mbak Kina betul-betul ingin berteman denganku. Tentu saja dia meminta akun sosmed-ku (sosial media). Obrolan kami kembali terputus karena antrian pembeli. 

Meski obrolan singkat-singkat begitu, tapi aku merasa senang. 

Mbak Kina ini seorang single parent dengan satu anak. Dan alasan ekonomi yang mendorongnya merantau jauh ke sini. Kabarnya tidak lama lagi dia akan pulang kampung memenuhi permintaan anaknya yang tidak mau pisah jauh dengan ibunya. Mungkin hanya sampai akhir Februari saja.

Tidak kusangka dia menyimpan cerita pahit. Garis santun dan ceria pada raut mukanya menyamarkan sedih, gelisah, dan kekhawatiran yang dirasakannya. 

Ya!
Seorang ibu, hati dan pikirannya tidak bisa jauh dari anak. Meski raga terpisah jarak dan kondisi keluarga tak lagi utuh, ibu tetaplah pejuang bagi keluarganya, bagi anak-anaknya. Dialah sosok yang sangat pandai menyembunyikan rasa dengan karsa. Maka, bersyukurlah atas predikat ibu yang Alloh sematkan pada kita. Linimasa-nya tak pernah kosong. Ia selalu sibuk. Ia selalu direpotkan. Ia selalu rempong. Dan Ia adalah pahlawan bagi keluarganya. 

Dan bagiku, kisah Kina Laila cukup memantik rasa syukurku dan semangatku untuk lebih baik menjalankan peranku sebagai ibu. 

Birobuli Utara, 26 Februari 2019.

No comments:

Post a Comment